Latest Post


Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Indonesia saat ini merupakan suatu upaya inovatif untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pada hakikatnya, SKS merupakan perwujudan dari amanat Pasal 12 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal tersebut mengamanatkan bahwa “Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak, antara lain: (b) mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya; dan (f) menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan.
Amanat dari pasal tersebut selanjutnya dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Sebagaimana diketahui bahwa Standar Isi merupakan salah satu standar dari delapan Standar Nasional Pendidikan.




Buku ini memberikan informasi tentang kegiatan pengembangan profesi guru, berdasarkan Permennegpan dan RB Nomor 16 Tahun 2009, yang disebut Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Informasi dimaksud terdiri atas tiga bagian, yaitu sebagai berikut:

I. Penjelasan Umum Kegiatan PKB
Apa yang dimaksud dengan kegiatan PKB, apa saja macamnya, apa perbedaan dengan peraturan yang lama, serta berbagai informasi umum tentang PKB, disajikan pada bagian ini.

II. Definisi, Kerangka Isi, Serta Bukti Fisik dan Besaran Angka Kredit Setiap Macam Kegiatan

Terdapat 3 (tiga) kelompok kegaitan PKB: (1) Pengembangan Diri, (2) Publikasi Ilmiah dan (3) Karya Inovatif. Bagian ini menjelaskan secara rinci tentang definisi, kerangka isi, dan bukti fisik dari setiap macam kegiatan PKB untu tiga kelompok kegiatan PKB tersebut.

III. Persyaratan Kegiatan PKB
Bagian terakhir buku ini, menjelaskan tentang persyaratan dalam rangka penilaian laporan kegaitaan PKB yang disajikan dalam bentuk karya tulis. Dalam menilai laporan tersebut, dipakai kriteria APIK, yaitu harus Asli, Perlu, Ilmiah, dan Konsisten.

Semoga buku ini memberikan manfaat, khususnya bagi guru dalam melakukan kegiatan PKB.


Keberhasilan kegiat an peningkatan mutu di sekolah tergantung pada kemampuan mereka yang berkait erat dengan kegiatan belajar-mengajar serta pengelola sekolah, yakni kepala sekolah,  guru, komite sekolah, dan tokoh masyarakat, serta pejabat yang terkait dengan bidang pendidikan. Guna menjembatani kesenjangan tersebut maka pemahaman dan pengertian para praktisi tentang belajar aktif perlu  lebih diperdalam dan persepsi mereka juga perlu disamakan melalui pelatihan.  

Pelatihan merupakan salah satu usaha pengembangan kapasitas yang telah lama dikenal dan dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu  belajar-mengajar. Pelatihan juga merupakan salah satu forum untuk mengenalkan sesuatu pendek atan yang baru, baik itu pendekatan belajar-mengajar  maupun pengelolaan sekolah.
Di samping bahan pelatihan yang harus disiapkan secara  baik, yang tidak kalah pentingnya daripada pelatihan itu sendiri ialah program atau kegi atan pendampingan yang harus senantiasa ditindaklanjuti setelah pelatihan selesai. Bahan pelatihan ini disiapkan untuk prakti k-praktik yang baik dalam pendekatan belajar aktif. Di mana unit-unit yang di kembangkan tersebut merupakan praktik yang baik yang diidentifikasi dari unsur-unsur belajar aktif. Pelatihan  unsur belajar aktif tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan professional tenaga kependidikan.


Mencontek dapat diartikan sebagai perbuatan untuk mencapai suatu keberhasilan dengan jalan yang tidak lazim (baca = tidak sah). Berbuat curang dalam ujian merupakan fenomena nyata yang sering dijumpai di sekolah. Sebagian dari mereka beralasan ingin mendapatkan nilai yang baik sampai dengan ingin memberikan kebahagiaan dan kebanggan orang tua. Namun sayang, niat yang baik tersebut tidak dibarengi usaha belajar malah justru melakukan berbagai kecurangan. Bagaimanakah Islam dalam memandang hal yang seperti ini?
Apakah masih pantas bagi seorang yang menisbatkan dirinya pada agama yang mulia ini, melakukan hal-hal kotor semacam itu? -naudzubillah-Syaikhunna Ibnu Baz telah menjawab beberapa pertanyaan mengenai hal yang berkaitan dengan “kegiatan mencontek”, simak tulisan berikut ini :

Pertanyaan 1 :

Apakah hukum berbuat curang (menyontek) ketika ujian? Saya lihat, banyak mahasiswa yang melakukan kecurangan lalu saya menasehati mereka, tapi malah mengatakan, “Ini tidak apa-apa.”

Jawaban: Curang dalam ujian, ibadah atau muamalah hukumnya haram, berdasarkan sabda nabi -sholallaahu alaihi wasalam-, “Barangsiapa mencurangi kami maka bukan dari golongan kami.” (HR. Muslim, kitab al-Imam.) Disamping itu, hal tersebut dapat menimbulkan banyak mudharat baik di dunia maupun di akhirat. Maka seharusnya menghindari perbuatan tersebut dan saling mengingatkan untuk meninggalkannya.


Pertanyaan 2 :

Saya seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di kota Riyadh, saya perhatikan sebagian mahasiswa melakukan kecurangan dalam ujian, terutama pada sebagiah materi yang di antaranya materi bahasa inggris, ketika saya berdialong dengan mereka mengenai hal ini, mereka mengatakan, “Berbuat curang dalam mata pelajaran bahasa inggris tidak haram, sebagian Syaikh telah memfatwakan demikian.” Saya mohon penjelasan tentang masalah ini dan fatwa tersebut.

Jawaban: Telah disebutkan dalam sebuah hadits dari Rasulullah -sholallaahu alaihi wasallambahwa beliau bersabda, Barangsiapa yang mencurangi kami maka bukan dari golongan kami.” (HR. Muslim, kitab al-Imam) Ini mencakup semua bentuk kecurangan dalam muamalah dan ujian, mencakup pula materi bahasa inggris dan lainnya. Maka para mahasiswa dan mahasiswi tidak boleh berbuat curang dalam semua materi karena keumuman hadits tersebut. Hanya Allah lah sumber petunjuk.

Jadi pertanyaan besarnya adalah apakah setelah membaca artikel ini masihkah kita melakukan perbuatan menyontek? Ketahuilah bahwa perbuatan menyontek adalah kecurangan, penipuan, bahkan merupakan dua kedustaan. Dan semuanya mengetahui bahwa dusta adalah dosa besar ketiga setelah kesyirikan dan durhaka kepada kedua orang tua, sebagaimana dalam hadits Abu Bakrah riwayat Al-Bukhary (3/25) dan (8/4) dan Muslim (Kitabul Iman: 143, 144).

Sumber :

http://el-chusainy.blogspot.com

Al-Fatwa, Kitab Ad-Da’wah, hal 157, 158 Syaikh Ibnu Baz.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, hal. 573


Setelah lulus SMA/MA atau Perguruan Tinggi rasa bahagia tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, langkah selanjutnya untuk masa depan adalah mencari pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan jurusan apa yang kita pelajari di sekolah/Perguruan Tinggi.
Ijasah, Transkrip nilai dan pas photo sudah siap untuk di scan sebagai administrasi yang dibutuhkan ketika kita ingin melamar pekerjaan melalui e-mail ataupun melalui situs lowongan pekerjaan yang terpercaya. Jaman sekarang sudah sangat jarang calon-calon pekerja mengirim lamaran via pos, dikarena cost yang dikeluarkan lebih mahal dibandingkan dengan mengirim lamaran via email
dan melalui situs online lowongan pekerjaan. Dengan mengirim lamaran via online kita hanya klik mana pekerjaan yang sesuai sebanyak-banyaknya tanpa memerlukan biaya pembelian prangko. Murah bukan … hayooo yang baru lulus segera cari info lowongan pekerjaan dibeberapa situs lowongan pekerjaan dibawah ini :
  1. id.jobstreet.com
  2. id.jobsdb.com
  3. karir.com
  4. jobindo.com
  5. monster.co.id
  6. datakarir.com
  7. jakjobs.com
  8. ggkarir.com
  9. petromindo.com
  10. spotindo.com
Selamat mencari pekerjaan, semoga sukses selalu dalam membahagiakan orang tua yang telah merawat kita dari kecil hingga sampai menjadi orang yang berguna saat ini.

Seringkali kita sulit menemukan atau mencari file yang telah dikerjakan atau kita menemui kesulitan dalam mengelola banyak file dalam banyak folder. Berikut adalah tips untuk mengelola File dan Folder :
  1. Gunakanlah My Documents sebagai media penyimpan data.
  2. Gunakan penamaan file dan folder yang konsisten, Apabila memungkinkan, gunakan nama yang umum dan gunakan singkatan apabila penamaan terlalu panjang.
  3. Gunakan penamaan file dan folder yang singkat dan mudah apabila dilakukan proses pencarian.
  4. Pisahkan antara file - file dan folder PROSES dan ARSIP, Maksudnya adalah file - file dan folder dalam My Documents hanya berisi file folder pekerjaan yang anda sedang lakukan atau file - file yang sering anda akses.
  5. Jika memungkinkan, pisahkanlah folder berdasarkan tipe file yang ada di dalamnya, misalnya folder gambar, hanya berisi gambar-gambar. Hal ini akan mempercepat proses pencarian.Jangan membuat hirarki folder terlalu dalam.
  6. Windows Explorer dapat dipergunakan untuk melihat folder dan file, serta menyediakan fasilitas untuk memenejemen file. Di dalam menggunakan Windows Explorer kita dapat melakukan penyalinan, penghapusan, pemindahan, pengubahan nama dan pencetakan file.
  7. Fasilitas Windows Explorer ini terdapat pada versi Windows 95 ke atas, sedang pada versi sebelumnya ditampilkan dalam format File Manager.

Pengertian Windows Explorer
Windows Explorer adalah salah satu program yang dimiliki oleh oleh Microsoft Windows. Dengan Windows Explorer kita dapat melakukan seluruh kegiatan dalam menangani file dan folder sehingga kita dapat mengorganisasikan file dan folder dengan mudah.
Windows Explorer terbagi dalam dua jendela atau pane, yaitu :
Jendela kiri (pane folder), berisi folder dan drive di komputer
Jendela kanan (pane file), untuk menampilkan isi folder yang sedang dipilih
Langkah Mengaktifkan Windows Explorer
Di dalam mengaktifkan windows explorer ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu :
Cara 1: Tempatkan mouse pada tombol start yang ada pada taksbar, kemudian klik kanan dan pilih explorer
Cara 2: Klik Start yang ada pada taksbar, kemudian klik Program, klik Windows Explorer
Cara 3: Tunjuk icon My Computer, kemudian klik kanan dan pilih explorer

Materi Praktikum Manajemen File dapat di download di sini


Tulisan ini merupakan tugas dari mata kuliah desain pembelajaran, sebenarnya. Tidak ada salahnya kalau dibagi disini, bukan begitu. Tugas ini menganalisis chapter 1 dari buku berjudul Mastering Instructional Design Process karya William J. Rothwell. Baiklah kita bahas bab 1: what is instructional design?
Prolog
William J Rothwell menjelaskan hal baru tentang desain pembelajaran. Ia mengatakan bahwa desain pembelajaran bukan hanya sekedar menciptakan pembelajaran, seperti merumuskan tujuan, menentukan topik, menentukan strategi pembelajaran, mengavaluasi hasil belajar dan lain-lain. Tapi secara lebih luas, tujuan utama desain pembelajaran adalah untuk memecahkan masalah kinerja manusi. Gila, bukan? Bukankah selama ini, kita hanya tahu desain pembelajaran seperti pada pandangan pertama di atas? Penekanan pada maslah kinerja ini, memaksa desainer pembelajaran untuk memulai pekerjaannya sejak mulai analisis masalah kinerja, identifikasi akar masalah, mempertimbangkan berbagai kemungkinan solusi dan mengimplementasikan solusi yang dirancang sedemikian rupa untuk mengantisipasi konsekuensi yang tidak diharapkan.Desain Pembelajaran sebagai Profesi

Desain pembelajaran juga merupakan suatu profesi. William J. Rothwell menjelaskan adanya 10 asumsi kunci profesi desain pembelajaran, sebagai beirkut:
  1. Desainer pembelajaran adalah orang-orang yang menunjukkan kemampuan desain dalam pekerjaan terlepas dari jenis pekerjaan dan pelatihan. Artinya, Desainer Pembelajaran harus mampu memecahkan masalah kinerja, untuk jenis pekerjaan apapun ditempat manapun. Maksudnya, seorang desainer pembelajaran walaupun tidak memiliki latar belakang pendidikan dan ekahlian dalam bidang tertentu, dapat melakukan pekerjaan mendesain pembelajaran atau memecahkan masalah kinerja untuk pekerjaan apapun dan di tempat manapun. Contoh, walapun kita sebagao seorang desainer pembelajaran, tidak memiliki keahlian dan latar belakang pendidikan dalam bidang militer, tapi kita dapat merancang pembelajaran di salah satu Angkatan Bersenjata, misalnya.
  2. Kompetensi mendesain pembelajaran berhubungan dengan orang-orang yang bekerja dalam seting pekerjaaan apapun. Artinya, seorang desainer pembelajaran tidak bekerja sendiri, tapi berkolaborasi dengan ahli dalam bidang lain yang terkait.
  3. Desain pembelajaran adalah proses yang secara umum dipandu atau mengacu pada prinsip dan model desain sistematis tertentu. Ada beragam model desain pembelajaran yang dapat dijadikan acuan oleh seorang desainer pembelajaran. Artinnya, seorang desainer pembelajaran harus memahami dan menguasai berbagai prisnip dan model-model desain pembelajaran dan mampu menggunakan model yang relevan sesuai dengan masalah kinerja yang ingin dipecahkan … kita tahu ada model Dick and Carey, model Atwi Suparman, Model Gerlach Elly dan lain-lain. Semuanya memiliki tujuan dan peruntukkannya sendiri-sendiri. Seorang desainer pembelajaran harus mampu kapan dan mengapa menggunakan model Dick and Carey, model Kemp, model Gerlach Elly dll. Tidak mungkin, dan tidak diperkenankan seorang desainer pembelajaran bekerja tanpa mengacu pada model yang relevan dan dkiuasainya.
  4. Desain pembelajaran sering dipandang sebagai upaya menghasilkan transfer pelatihan dan peningkatan kinerja organisasi. Tujuan utama desain pembelajaran adalah peningkatan kinerja organsiasi.
  5. Kompetensi desainer pembelajaran terentang mulai dari novice (amatir), berpengalaman (experienced), dan ahli (expert).
  6. Beberapa desainer pembelajaran, terlepas dari keahliannya mampu menunjukkan semua kompetensi desain pembelajaran. Tidak semua desainer pembelajaran menguasai betul semua kompetensi desain pembelajaran. Desainer pembelajaran tidak harus menguasai semua desain pembelajaran. Cukup ekspert pada beberapa hal yang spesifik. Sama seperti dokter, tidak harus menguasai segala jenis spesialisasi. bukan begitu?
  7. Kompetensi desain pembelajaran bersifat generik, dapat diubah untuk disesuaikan dengan kebutuhan (customization). Jelas, ya ga perlu dibahas lebih jauh.
  8. Kompetensi desain pembelajaran menentukan cara dimana desain/perancangan harus dilakukan. Nah yang ini saya ga negrti persis maskudnya. ada yang bisa bantu?
  9. Kompetensi desain pembelajaran merefleksikan nilai-nilai dan etika disiplin dan sosial. Desainer pembelajaran memiliki nilai dan kode etik. Sama seperti profesi lain, memiliki kode etik dan tata nilai yang harus dipatuhi … dokter, wartawan, pengacara, guru dan lain-lain sama-sama memiliki kode etik dan tata nilai masing-masing. Bahkan ada beberapa asosiasi yang mengeluarkan sertifikasi dan berhak memberikan lisensi atau mencabut profesinya bila melanggar tata nilai dan kode etik yang berlaku, seperti Association of Human Performance, dll.
  10. Kompetensi desain pembelajaran harus bermakna dan berguna bagi desainer pembelajaran di seluruh dunia ini. Kompetensi desainer pembelajaran bersifat universal.
Fokus Desain Pembelajaran
Fokus desain pembelajaran adalah memecahkan masalah kinerja secara efektif dan efisien. Efektif sama dengan apakah kita melakukan sesuatu yang benar? dan efisien sama dengan apakah kita melakukan sesuatu dengan benar.
Landasan Panduan
Apa yang menjadi landasan panduan seorang desainer pembelajara dalam memecahkan masalah kinerja? Dasarnya adalah model konerja manusia. Model kinerja manusia menurut William terdiri dari dua, yaitu model komprehensif (comprehensive model) dan model situasional khusus (situation-specific model). Lengkapnya lihat presentasi saya.
Implementasi Desain Pembelajaran
Desain pembelajaran tidak dilaksanakan secara intuitif, apalagi dikarang-karang. Tapi dilakukan secara sistematis, terurut berdasarkan langkah-langkah tertentu dan holistik alias komprehensif. Dilakukan secara sistemik, bukan pasrial. Bisa saja dilakukan secara linier atau setahap demi setahap, atau bahkan ietratif, dan tidak harus linier Begitu menurut Om Will, termasuk tante Rita Richey juga bilang begitu.
Dasar Desain Pembelajaran
Desain pembelajaran mengadopsi pandangan sistem terbuka. Artinya, proses apapun dipengaruhi oleh lingkungan. Desain pembelajaran merupakan proses iteratif yang dipengaruhi oleh lingkungan. proses Desain pembelajaran menerima input dari lingkungan, mentransformasi kedalam operasi dalam sistem, mengirim output ke lingkungan dan menerima umpan balik yang menunjukkan seberapa baik fungsi berjalan.
Terakhir, Om Will menekankan bahwa tujuan desain pembelajaran adalah untuk memperoleh hasil yang paling cost-effective. Artinya. desainer pembelajaran harus mampu mengestimasi biaya dibandingkan dengan hasil yang ingin dicapai. Cost yang dikeluarkan untuk memcahkan masalah kinerja harus sebanding dengan impact dari solusi yang diimpelementasikan dalam organisasi.

by: Uwes A. Chaeruman
Silakan donlot bahan presentasi

MKRdezign

{facebook#http://www.facebook.com/c47ur1980} {twitter#http://twitter.com/c47ur1980} {google-plus#http://plus.google.com/u/0/+CaturYogaMeiningdiasoke} {pinterest#http://www.pinterest.com/c47ur1980} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCuK3oOO6zZmaOfbh3kw63pw} {instagram#https://www.instagram.com/caturyogam/}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget