Articles by "AGTIFINDO"

Bismillahirrahmanirrahim, alhamdulillah akhirnya kami TIM Edutech Madrasah telah melaksanakan tugas dengan baik di Kegiatan Workshop Elearning Bagi Guru Madrasah yang dapat dilihat informasinya di: http://edutech.madrasah.id/. Kegiatan dilakukan secara online selama 1 minggu dimulai pada tanggal 28 Maret 2020 sampai dengan tanggal 31 Maret 2020, pserta yang mendaftar berjumlah 4359 guru, yang diterima mengikuti kegiatan berjumlah 2500 guru dan yang lulus setelah mengikuti kegiatan 1019 guru. 

Adapun Narasumber sekaligus Koordinator pada kegiatan ini, yaitu:
Angkatan 1: Okdafid
Angkatan 2: Fahrul Tajudin
Angkatan 3: Ace Syarifudin
Angkatan 4: Aef Saefudin
Angkatan 5: Sukanda
Angkatan 6: Syahabudin
Angkatan 7: Fathurrahman
Angkatan 8: Evi Mutawasit
Angkatan 9: Ade Rohman
Angkatan 10: Catur Yoga Meiningdias

berikut kami lampirkan peserta yang dinyakatan lulus oleh Narasumber/Kordinator WAG per Angkatan:

Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (Program PKP)  merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa melalui pembinaan guru dalam merencanakan, melaksanakan, sampai dengan mengevaluasi pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). Program ini merupakan bagian dari program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) adalah pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan keprofesiannya. Pada Program PKB terdahulu yang dikembangkan oleh Ditjen GTK sebelumnya, yang didasarkan pada hasil Uji Kompetensi Guru, berfokus pada peningkatan kompetensi guru khususnya kompetensi pedagogi dan profesional. Sedangkan Program PKP lebih berfokus pada upaya mencerdaskan siswa melalui pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Adapun Modul PKP Infromatika adalah sebagai berikut :

1. Aplikasi Perkantoran (download)
2. Berfikir Komputasi (download) (Rujukan Utama)
3. Dasar-Dasar Pemrograman (download)
4. Design Proyek (download)
5. HAKI & UU ITE (download)
6. Jaringan Komputer Dasar (download)
7. Manajemen Data (download)
8. Masyarakat Digital (download)
9. Pemrograman Berorientasi Objek(download)
10. Sistem Komputer (download)
11. Topologi dan Keamanan Jaringan (download)
12. Visualisasi Data (download)
Sumber : Bahan Pelatihan Guru Mapel Informatika - LPPPTK KPTK Gowa

Sumber: http://www.fathur.web.id/2019/09/informatika-pkp-berbasis-zonasi-2019.html?m=1

Jakarta (MGMP Informatika MA DKI Jakarta) -- Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta Nur Pawaidudin didampingi oleh Kepala Seksi Kurikulum dan Evaluasi Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta Arief Maulana, membuka kegiatan Inovasi Pengembangan Kurikulum Madrasah (Sosialiasi Mata Pelajaran Informatika di Madrasah), yang dihadiri oleh 6 Pengawas Madarasah, 22 Kepala MAN, 42 Kepala MTsN,  12 Kepala Madrasah Swasta dan guru Informatika pada setiap Madrasah tersebut, bertempat di Aula Aula Jayakarta Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Jum'at (28/06).

Narasumber kegiatan ini Indra Charismiadji Pakar Pendidikan Abad 21, mengatakan bahwa mata pelajaran Informatika tidak sama dengan mata pelajaran TIK, Informatika sangat berbeda dengan TIK, perbedaannya antara lain, 1. di Informatika peserta didik itu di dorong untuk memecahkan masalah (Problem Solving) dan Problem Base Learning. Sedangkan di TIK peserta didik diajarkan caranya menggunakan perangkat keras, perangkat lunak. 2. di Informatika mendorong siswa untuk mencipta, sedangkan di TIK peserta didik didorong menjadi pengguna. Pada TIK titik beratnya dikemampuan penggunaan Teknologinya, sedangkan pada Informatika titik beratnya pada kemampuan manusia. 3. di Informatika akan mengintergrasikan  ilmu Science, Teknologi, Rekayasa (Engginering), Seni dan Matematika menjadi satu. Sedangkan di TIK memberikan pegetahuan. 4. di Informatika digunakan oleh siapapun dan kapan pun, sedangkan TIK digunakan cenderung oleh mereka yang berminat dengan teknologi.

"Computer Science sudah menjadi kurikulum di banyak negara lain. Indonesia siap untuk menyambut kurikulum Computer Science yang akan hadir dalam bentuk mata pelajaran Informatika," katanya.

Menurutnya, informatika akan mengajarkan anak untuk menjadi pencipta dalam artian mereka mampu menciptakan solusi atas permasalahan yang mereka temukan.

"Yang harus disiapkan pemerintah adalah bagaimana mendesain program ini ke depan. Dan, harus diingat Informatika bukan mengajarkam anak jadi programmer komputer. Tujuan utamanya adalah menjadikan anak berpikir HOTS," tegas Indra.

Ketua MGMP Informatika MA DKI Jakarta Catur Yoga Meiningdias, setelah kegiatan ini  selesai, mengadakan rapat kecil dengan beberapa guru TIK/Informatika yang hadir, untuk memastikan kegiatan berikutnya, yaitu pembuatan Perangkat Administrasi dan Media Pembelajaran Informatika  kelas 10 tahun pelajaran 2019-2020. Semoga implementasi Informatika di Madrasah Aliyah Negeri DKI Jakarta berjalan lancar dengan baik. Selamat datang Informatika di Madrasah.

Materi Sosialisasi Informatika Narasumber Indra Charismiadji:


DOWNLOAD PRESENTASI
Download Album Foto Kegiatan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah merilis Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah.

Permen ini juga mempertegas perdebatan yang sering terjadi tentang Permendikbud 21 dan Permendikbud 24 untuk berbagai mata pelajaran lainnya. Dan yang paling baru adanya KI/KD untuk mata pelajaran INFORMATIKA, yakni mata pelajaran baru untuk menyambut dan menyiapkan Industri 4.0 yang akan diterapkan mulai tahun ajaran 2019/2020.

Terimakasih Prof. Muhadjir Effendy, kami tunggu Permendikbud tentang MAPEL INFORMATIKAnya.

Link Permen dan Lampirannya DISINI

36 Tahun 2018 Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah.

35 Tahun 2018 PerubahPe atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.

Karawang (Humas EduTech Madrasah) --- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang H. Sopian membuka kegiatan Workshop "Training for IT Capacity Building for Education Personnels" pelatihan untuk peningkatan kapasitas IT pendidik dan tenaga kependidikan didampingi oleh Ketua EduTech Madrasah Kapi Mubarok, Kasie PD Pontren M Azizi H., dan ketua FKPQ H. Cece Izudin. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Pendidikan Al-Quran (FKPQ) Kabupaten Karawang bekerjasama dengan komunitas EduTech Madrasah Indonesia, bertempat di Hotel Brits Karawang dari pukul 08.00 sampai 16.30 dengan jumlah 160 peserta berasal dari lembaga Taman Pendidikan Al-Quran dan Madrasah di Kabupaten Karawang. 

"Kementerian Agama Kabupaten Karawang sangat support dengan kegiatan yang dilakukan oleh Forum Komunikasi Pendidikan Al-Quran (FKPQ) dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, dan luar biasanya bahwa kegiatan ini bersumber dari dana peserta workshop sendiri, bukan dari dana pemerintah. Seluruh peserta worksop diharapkan dapat dengan baik mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Lembaha Non Formal sudah selangkah lebih maju dalam kegiatan, dan tentunya nanti akan ada hadiah umroh bagi guru terbaik dari Lembaga Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ). Kemenag Kuat Karawang Hebat. Sukses itu bukan PROTES tapi PROSES," tutur Sopian, Sabtu (27/01).

Ketua Panitia FKPQ sekaligus TIM EduTech Madrasah Indonesia Ade Rohman mengatakan kegiatan ini baru pertama kalinya diadakan oleh Forum Komunitas Pendidikan Al-Qur'an Kab. Karawang dengan materi IT, yaitu pemanfaatan G Suite for Education untuk efesiensi dan efiktifitas pendataan yang lebih baik dan pembuatan web blog menggunakan sub domain dari fkpq.or.id, pdpontren.id, diniyah.id dan madrasah.id sebagai media penyebaran informasi dan branding lembaga yang dapat diakses cepat oleh masyarakat.

"Melalui pelaksanaan pelatihan ini, diharapkan TIM EduTech Madrasah, Fahrul Tajudin, Ali Hasan, Ahmad Zaki dan Ade Rohman dapat memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan pendidikan Islam menuju era pendataan dan pembelajaran berbasis Teknologi, dengan konsep saling belajar, berbagi, menginspirasi dan memberdayakan satu sama lainya semoga dapat mempercepat transfer knowledge kepada peserta pelatihan," ujar Yoga, Pembina EduTech Madrasah.

Kasubbag Tata Usaha pada Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Papay Supriatna, memberikan apresiasi kepada komunitas EduTech Madrasah yang telah banyak memberikan pelatihan untuk guru-guru madrasah dan pendidikan Islam lainnya melalui media daring ataupun luring. Dalam silaurahminya, Kasubag TU KSKK mempresentasikan Program Direktorat KSKK Madrasah 2018, yaitu membangun Ketatausahaan Direktorat KSKK Madrasah Berbasis Teknologi Informasi pada Abad 21 dilanjutkan dengan tanya jawab pentingnya pendataan yang dilakukan oleh lembaga di sistem informasi yang dimiliki oleh Direktorat Kementerian Agama.

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama TIM EduTech Madrasah dengan peserta workshop dan evaluasi kegiatan untuk perbaikan pelatihan berikutnya. /cym


FOTO KEGIATAN

Jakarta Timur, 16 Oktober 2017. Catur Yoga Meiningdias dan TIM EduTech Madrasah dipercayakan kembali untuk memberikan pelatihan, pengalaman dan penggunaan Ujian Berbasis Komputer menggunakan VHD CBT Moodle hasil settingan dan modifikasi TIM EduTech Madrasah di MTsN 6 Jakarta.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 dan dibuka oleh H. Makhrus, Kepala Madrasah Tsnawiyah Negeri 6 Jakarta. 

Gallery Photo Kegiatan dapat di download di SINI 

Jakarta Timur, 6 Oktober 2017. Workshop IT kembali diadakan oleh Edutech Madrasah, profesional IT yang konsern pada perkembangan dan kemajuan Madrasah. Kali ini tema yang diusung adalah “Membangun Sistem Ulangan /Ujian Harian Berbasis Komputer dengan LMS Komputer”.
Kegiatan ini dilaksanakan di Kankemenag Jakarta Timur, secara luring selama satu hari dan daring selama 3 hari. Kegiatan secara daring sudah berlangsung hingga Kegiatan Belajar (KB) 7 menggunakan LMS berbasis Moodle dan lainnya.
Kegiatan dibuka oleh Kabid Penmad Kanwil DKI Jakarta, Bapak Drs. H. Karsa Sukarsa M.M, yang memberikan arahan, bahwa dengan teknologi informasi, bagi dunia bisnis dapat memperluas pangsa pasar, sehingga tidak ada batasan dan jangkauan dapat diperluas. Sedangkan bagi guru bisa memberikan tugas bagi peserta didik secara online dan dijawab oleh peserta didik secara langsung.
Instruktur adalah Catur Yoga Meiningdias S.Kom, Guru Komputer MAN 9 yang sudah lama berkecimpung dibidang ini. Peserta sebanyak 130-an orang sudah hadir. Yang terdiri dari beberapa Madrasah di Jakarta, dan sedangkan peserta yang jauh dapat mengikuti secara luring.
Sistem yang dibangun ini sangat mendukung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang kini wajib dilaksanakan Madrasah. Selain itu dapat digunakan bagi peserta didik untuk berlatih secara luring mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh Guru. (AW)

Album: https://photos.app.goo.gl/0HIFYurfB3W9sQMC2 

Jakarta, 22 Mei 2016. Komunitas GEG East Jakarta yang dipimpin oleh bapak Catur Yoga Meiningdias guru MAN 9 Jakarta membuat gebrakan baru lagi, dengan mengadakan kegiatan Pelatihan 100 Web Blog Guru Madrasah secara online di http://learning.madrasah.id. Untuk guru-guru Madrasah yang berminat dapat mendaftar di alamat link: http://gegej.madrasah.id, kuota pelatihan dibatasi hanya 250 peserta, kegiatan ini gratis dan mendapatkan sertifikat pelatihan.
Kegiatan ini di dukung oleh MGMP TIK MTS/MA DKI Jakarta, GEG East Jakarta dan AGTIFINDO  yang nantinya pelatihan ini dilanjutkan dengan kegiatan seminar dan akan mengumumkan peserta terbaik Pelatihan 100 Web Blog Guru Madrasah.
Tujuan pelatihan ini melatih guru-guru Madrasah untuk mengembangkan kompetensinya dalam kegiatan literasi, yaitu Literasi Digital. Dengan memiliki Web Blog dengan identitas Madrasah (user.madrasah.id) guru dapat menulis dan menuangkan ide-ide pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh guru lain maupun peserta didik. Mari bergabung bersama kami dalam kegiatan Literasi Digital dengan membuat media pelajaran online berbasis Online Web Blog Guru.
Red: CYM

Jakarta, 18 September 2015. Asosiasi Guru Teknologi Informasi Indonesia (AGTIFINDO) dan Komunitas Guru TIK dan KKPI (KOGTIK) menyelenggarakan seminar nasional yang bertajuk “Computer Science sebagai Mata Pelajaran dan Arah Kebijakan Pemerintah dalam Kurikulum Nasional untuk peningkatan Pendidikan TIK di Sekolah”. di Aula Gedung A Lantai 3 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Seminar ini bertujuan untuk memperoleh masukan dan kajian-kajian akademis dari berbagai pihak agar dapat dijadikan dasar serta pertimbangan bagi pegambil kebijakan dalam membuat regulasi baru mengenai Guru dan Mata Pelajaran TIK dan KKPI di Kurikulum Nasional mendatang.

Sungguh luar biasa, kegiatan Seminar Nasional untuk mendukung TIK dan KKPI kembali ke dalam struktur Kurikulum Nasional dihadiri lebih dari 600 peserta dan bukan hanya guru TIK saja, tetapi dihadiri oleh guru mata pelajaran lain, praktisi IT, mahasiswa dan berbagai kalangan yang mendukung kembalinya TIK ke Struktur Kurikulum Nasional. 

Dalam kesempatan ini, Guru Madrasah mata pelajaran TIK dan guru mata pelajaran lainnya yang berasal dari berbagai daerah jenjang MTS dan MA ikut hadir serta perwakilan dari Kanwil Kementerian Agama dari berbagai daerah, dengan tujuan untuk mengetahui kebijakan mengenai Guru TIK di Kurikulum Nasional yang akan datang. Guru Madrasah dan guru Sekolah Umum berbaur menjadi satu. Saya Catur Yoga Meiningdias sebagai Sekretaris Umum AGTIFINDO dan Ketua MGMP TIK Madrasah Aliyah Provinsi DKI Jakarta, mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan guru Madrasah atas partisipasi dan dukunganya, sehingga kegiatan ini berjalan dengan lancar.

Onno W Purbo: Tanpa Belajar TIK, Pelajar Indonesia Dijamin Terpuruk Metrotvnews.com, Jakarta: Dihapuskannya pendidikan teknologi  informasi dan komunikasi di Indonesia dari kurikulum 2013 menambah keterpurukan pendidikan di Indonesia. Padahal di negara maju lainnya pendidikan computer science di sekolah kian dikembangkan. Menurut World Education Forum, pendidikan Indonesia menempati ranking 69 dari 76 negara. Hal ini terungkap dalam Seminar Nasional Computer Science di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Jumat (18/9/2015).

http://video.metrotvnews.com/play/2015/09/21/433212/onno-w-purbo-tanpa-belajar-tik-pelajar-indonesia-dijamin-terpuruk

OkeZone.com, Jakarta: Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) se-Indonesia melakukan tanda tangan sebagai aksi penolakan dihapusnya mata pelajaran TIK dalam kurikulum di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2015). Ratusan guru melakukan aksi menolak kebijakan dihapuskannya mata pelajaran TIK dan Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI) dalam struktur kurikulum. Mata pelajaran TIK dan KKPI diganti dengan mata pelajaran baru bernama prakarya.
http://news.okezone.com/view/2015/09/18/1/21239/aksi-solidaritas-guru-tik/5/


Rekaman kegiatan Seminar Nasional COMPUTER SCIENCE

Foto-Foto Kegiatan Seminar Nasional




Salam,
Catur Yoga Meiningdias
Sekretaris Umum AGTIFINDO
Google Educators Group (GEG) East Jakarta Leader
Ketua MGMP TIK Madrasah Aliyah Prov. DKI Jakarta

Jakarta, 18 September 2015. Panitia bersama AGTIFINDO dan KOGTIK telah berhasil melaksanakan kegiatan Seminar Nasional COMPUTER SCIENCE di Aula Gedung A Lantai 3. Kegiatan ini dihadiri hampir 700 peserta yang berasal dari berbagai daerah. Terima kasih kepada semua panita bersama dan peserta yang telah meluangkan waktunya untuk menghadiri dan mensukseskan kegiatan ini. Bapak dan ibu guru TIK yang tidak dapat hadir pada kegiatan ini, dapat melihat kegiatannya pada video yang telah kami lampirkan dibawah ini, bapak dan ibu dapat menyimpulkan hasil dari kegiatan dan perjuangan kami dari kegiatan Seminar Nasional. Kami ulangi kembali, terima kasih sebesar-besarnya kepada AGTFINDO dan KOGTIK yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Salam kompak selalu.

Rekaman kegiatan Seminar Nasional COMPUTER SCIENCE

Foto-Foto Kegiatan Seminar Nasional

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim menyelenggarakan kegiatan dengan tema “Pelatihan Google App Bagi Pendidikan di Abad 21 Menuju Sekolah Tanpa Kertas”.
Pelatihan dilaksanakan mulai tanggal 2 -7 Agustus 2015 di Mesra Business and Resort Hotel dan diikuti sebanyak 100 pserta, dengan rincian Guru SMP sebanyak 20 orang, guru SMA 43 orang dan guru SMK 37 orang.
Sebagai pembuka acara yaitu Kepala UPTD Tekkom dan Infodik Disdik Prov. Kaltim dikarenakan Kepala Dinas Pendidikan Prov. Kaltim sedang tidak ada ditempat. Pembukaan dihadiri Perwakilan Google Indonesia, Asosiasi Guru Teknologi Informasi Indonesia (AGTIFINDO) Kaltim, Asosiasi Guru Teknologi Informasi (AGTIFINDO) Samarinda.
Mutanto, M.Si mengatakan dalam sambutannya sesaat sebelum membuka acara “Salah satu tolak ukur sekolah yang maju dan modern adalah penerapan dan optimalisasi proses pembelajaran dan administrasi sekolah menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). TIK yang digunakan dalam proses pembelajaran, bank data, bahan ajar berbasis TIK, digital library, pembelajaran online.” paparnya.
“Saya yakin bahwa kegiatan ini, nantinya dapat meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik sekaligus mutu instansinya. Semoga kegiatan pelatihan yang dirancang ini dapat memberikan manfaat ganda bagi pihak sekolah, karena program yang digunakan bersifat freeware atau gratis, mudah dikembangkan dan dapat diimplementasikan di lingkungan sekolah menuju paperless school dengan meminimalisir penggunaan kertas dengan beralih pada pemanfaatan teknologi secara maksimal.” tambahnya.
Adapun narasumber dalam pelatihan ini yaitu Pepita Gunawan (Education Manager, Google Indonesia), Indra Charismiadji (Pengamat Pendidikan, Eduspec Indonesia), Budi Prasetya (Senior Trainer, Intel Edukasi), Fathur Rachim, S.Kom, M.Pd (Pemimpin GEG Kalimantan Timur, Master Traner Intel Teach dan Intel Visionaries Ambassador, Ketua Umum DPP AGTIFINDO), Catur Yoga M (GEG East Jakarta, Trainer Intel Teach, Sekretaris Umum DPP AGTIFINDO, Guru TIK MAN 9 Jakarta), Siti Khodijah Dewi Utari (Pemimpin GEG Bogor, Trainer Intel Teach, Bendahara Umum DPP AGTIFINDO).
Muchtar Lubis selaku pembina GEG (Google Educator Group) Kaltim mengatakan dalam sambutannya bahwa “Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan TIK secara maksimal. Disamping itu pula diharapkan dapat menjadi embrio atau simpul-simpul pusat sumber beajar dan paperless school di Kabupaten/Kota masing-masing”. (dkt/san)

Disusun oleh : Bidang Pengembang Kurikulum dan Kebijakan Pendidikan AGTIFINDO dan KOGTIK

Asosiasi Guru Teknologi Informasi Indonesia (AGTIFINDO.OR.ID) dan Komunitas Guru TIK dan KKPI (KOGTIK) mengadakan kerjasama dalam menyelenggarakan seminar nasional yang bertajuk “Computer Science sebagai Mata Pelajaran dan Arah Kebijakan Pemerintah dalam Kurikulum Nasional untuk peningkatan Pendidikan TIK di Sekolah”. Kegiatan ini sengaja di gagas guna memperoleh masukan dan kajian-kajian akademis dari berbagai pihak agar dapat dijadikan dasar serta pertimbangan bagi pengambil kebijakan (pemerintah) dalam membuat regulasi baru mengenai Guru dan Mata Pelajaran TIK / KKPI di kurikulum nasional mendatang.

Mendikbud, Anies Baswedan telah menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 bagi sekolahsekolah yang baru melaksanakan Kurikulum 2013 selama 1 semester dan kembali kepada Kurikulum 2006 (KTSP). Meskipun dirasa agak sedikit terlambat dan tidak untuk semua sekolah, paling tidak kebijakan yang tidak populis ini sedikit banyak telah menyelamatkan generasi muda kita dari buta akan TIK sekaligus menyelamatkan banyak guru, khususnya guru honorer serta guru swasta dari PHK (dirumahkan).

Namun jauh sekali berbeda dengan sekolah-sekolah penyelenggara Kurikulum 2013 (sekolah piloting), mata pelajaran TIK / KKPI mencapai titik nadir, antara hidup – mati, antara ada dan tiada. Banyak guru TIK / KKPI yang telah hijrah ke struktural, beralih profesi ke berbagai profesi yang masih bisa menampung mereka, tetap bertahan dengan menjadi pengagguran terselubung, dan tidak sedikit pula yang di PHK / dirumahkan dengan alasan bahwa Permendikbud 68 tentang Peran Guru TIK dalam Kurikulum 2013 sifatnya adalah optional serta berbagai alasan lainnya.

Jika selama ini kita mendengar mengenai pelemahan peran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), nah begitu pula dengan TIK/KKPI, Permendikbud 68 merupakan bentuk Pelemahan terhadap Peran Guru TIK/KKPI yang tadinya sebagai Guru Mata Pelajaran Wajib menjadi Guru Bimbingan / Layanan TIK yang tugasnya identik dengan Guru BK karena memang sejarah pembuatannya mengadopsi dan mengadaptasi tugas guru BK. 

Ketika bukan sebagai mata pelajaran wajib, maka sekolah akan menjadikan Permen 68 sebagai optional/pilihan sama halnya dengan guru BK. Begitu sulitnya dibanyak sekolah untuk memberikan porsi jam tatap muka dengan guru BK, begitupula yang akan terjadi dengan Guru TIK/KKPI terlebih jika guru tersebur berstatus guru swasta atau honorer. Dan cepat atau lambat peran guru TIK itu pun akan hilang.

Permendikbud 68 yang kelahirannya premature sudah diprediksikan sejak awal akan menuai banyak masalah dan menelan banyak korban. Sejatinya jika alasan karena muatan/konten kurikulum TIK/KKPI yang dianggap ketinggalan zaman maka tentu rasionalnya adalah memperbaiki atau menambah muatan / konten TIK/KKPI yang telah ada, bukan dengan cara menghilangkan atau menghapusnya dari struktur kurikulum.

TIK "bukan" komputer, TIK adalah "Teknologi Informasi dan Komunikasi". Komputer yang "konon" memerlukan listrik tersebut hanya sebagian kecil dari TIK. Contoh sederhana, di dalam mata pelajaran TIK siswa bisa diajarkan bagaimana "algoritma pemrograman", yang mana untuk belajar algoritma pemrograman tidak harus memerlukan komputer dan listrik untuk bisa diajarkan. Olimpiade Sains Nasional "bidang Komputer" yang menjadi Event resmi Kemendikbud memprasyaratkan siswa harus memahami mengenai algoritma pemrograman. 

Computational Thinking (CT) adalah sebuah pendekatan dalam proses pembelajaran. CT (berfikir komputasi) memang memiliki peran penting dalam pengembangan aplikasi komputer, namun CT juga dapat digunakan untuk mendukung pemecahan masalah disemua disiplin ilmu, termasuk humaniora, matematika dan ilmu pengetahuan. Siswa yang belajar dimana CT diterapkan dalam kurikulum (proses pembelajaran) akan dapat mulai melihat hubungan antara mata pelajaran, serta antara kehidupan di dalam dengan di luar kelas.

Berpikir komputasi adalah teknik pemecahan masalah yang sangat luas wilayah penerapannya. Tidak mengherankan bahwa memiliki kemampuan tersebut adalah sebuah keharusan bagi seseorang yang hidup pada abad ke dua puluh satu ini. Seperti juga bermain musik dan belajar bahasa asing, Computational Thinking melatih otak untuk terbiasa berfikir secara logis, terstruktur dan kreatif.

Istilah CT pertama kali diperkenalkan oleh Seymour Papert pada tahun 1980 dan 1996. Di tahun 2014, pemerintah Inggris memasukkan materi pemrograman kedalam kurikulum sekolah dasar dan menengah, tujuannya bukan untuk mencetak pekerja software (programmer) secara massif tetapi untuk mengenalkan Computational Thinking (CT) sejak dini kepada siswa. Pemerintah Inggris percaya Computational Thinking (CT) dapat membuat siswa lebih cerdas dan membuat mereka lebih cepat memahami teknologi yang ada di sekitar mereka.

Tidak hanya pemerintah Inggris, di tahun yang sama lembaga non-profit dari Amerika Code.org menyelenggarakan beberapa acara untuk mempromosikan manfaat dari berlajar pemrograman. Di beberapa negara CT mulai diintegrasikan kedalam semua mata pelajaran, bahkan di beberapa negara untuk membantu dan mempercepat pengintegrasian dan penetrasi kearah Computational Thinking, mereka memasukan Computer Science (ICT) sebagai sebuah mata pelajaran wajib dalam kurikulum nasional mereka.

Lulusan Ilmu bahasa English, Mathematic, Biology dll mungkin karirnya terbatas hanya pada bidang yang berhubungan dengan jurusannya tersebut, sedangkan lulusan Computer Science dapat berkarier dibanyak bidang seperti farmasi, hukum, wirausaha, politik, dan segala jenis ilmu pengetahuan serta enginering, bahkan dibidang seni sekalipun.

Kini Computer Science sebagai bagian dari STEM/STEAM sudah di laksanakan dibanyak negara sebagi sebuah mata pelajaran wajib, bagaimana dengan Indonesia? Kita berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat segera menerapkan Computer Science di Kurikulum Nasional kita untuk mempersiapkan peserta didik memasuki dan bersaing serta menjadi pemimpin di Abad 21 ini

Seminar nasional ini mengundang para pakar TIK dan praktisi di bidang pendidikan untuk memberikan pemikirannya tentang solusi terbaik bagi guru TIK dan KKPI yang mata pelajarannya tidak berada dalam struktur kurikulum 2013. Ada pakar IT Indonesia seperti Bapak Onno W. Purbo, pakar pembelajaran Abad 21 Bapak Indra Charismiadji, Bapak Satria Dharma selaku praktisi pendidikan dan narasumber serta praktisi pendidikan lainnya.





Kepada rekan-rekan sekalian

Salam AGTIFINDO
Semoga rekan-rekan semua saat ini dalam keadaan sehat walafiat semua. Berikut kami kirimkan Usulan Resolusi Mata Pelajaran TIK dalam Kurikulum 2013 Yang akan dilakukan peninjauan/revisi atau perbaikan oleh pihak kemendikbud dalam waktu dekat.

Usulan tersebut sudah kami sampaikan ke beberapa fihak terkait secara daring/online/email, dan dalam waktu dekat akan kita tindaklanjuti secara langsung dengan pihak kementerian pendidikan dan kebudayaan. Mohon bantu mengangkat usulan/resolusi permasalahan guru TIK ini agar selalu terdengar di kemdikbud.

Berikut petikan suratnya :

Assalamualaikum warohmatullahi wabarkatuh.

Salam hormat dari kami Asosiasi Guru Teknologi Informasi Indonesia (agtifindo.org), organisasi profesi guru yang resmi dan berbadan hukum sebagai wadah bagi guru TIK, KKPI, Produktif kelompok Teknologi Informasi di SMK dan Insan Teknologi Informasi sesuai Akta Notaris Nomor AHU-0000578.AH.01.07.TAHUN 2015.

Pada kesempatan ini AGTIFINDO selaku organisasi profesi yang berbadan hukum serta terdaftar dan diakui pula oleh Bidang Kemitraan Lembaga Masyarakat, Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud ingin memberikan masukan dan usulan secara resmi terkait mata pelajaran TIK dan KKPI dalam Implementasi Kurikulum 2013. Usulan dan masukan ini berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan kami dilapangan serta masukan dari anggota AGTIFINDO serta masukan dari teman-teman di beberapa komunitas guru TIK/KKPI.

Adapun usulan dan masukan kami secara lengkap terdapat pada bagian lampiran atau dapat diakses pada website agtifindo.orgatau pada link
http://agtifindo.org/download/Usul_TIK_K13.pdf .

Demikian usulan yang kami ajukan untuk membantu memecahkan permasalahan yang terjadi pada mata pelajaran TIK/KKPI dalam kurikulum nasional kita (Kurikulum 2013). Besar harapan kami Bapak salah satu pengambil kebijakan pendidikan di Indonesia dapat mempertimbangkan usulan dari kami ini. Jika diperlukan kami siap melakukan dialog dan kajian bersama pihak kemdikbud, dalam hal ini Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarkatuh.

Hormat kami,
An. Ketua Umum

Bidang Humas AGTIFINDO

MKRdezign

{facebook#http://www.facebook.com/c47ur1980} {twitter#http://twitter.com/c47ur1980} {google-plus#http://plus.google.com/u/0/+CaturYogaMeiningdiasoke} {pinterest#http://www.pinterest.com/c47ur1980} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCuK3oOO6zZmaOfbh3kw63pw} {instagram#https://www.instagram.com/caturyogam/}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget